Logo-Pitma-Jogja
Search

Pelatihan Analisis Jabatan & Analisis Beban Kerja – Dinas Kesehatan Kabupateten Boyolali

Pelatihan Analisis Jabatan & Analisis Beban Kerja – Dinas Kesehatan Kabupateten Boyolali

Pelatihan Analisis Jabatan & Analisis Beban Kerja – Dinker Kabupateten Boyolali | Rabu (09/11/2022) Pilar Teknotama menyelenggarakan materi pelatihan Analisis Jabatan & Analisis Beban Kerja (Anjab dan ABK) . Penguatan kapasitas aparatur pemerintah daerah memerlukan pengembangan sumber daya manusia (SDM) berupa pendidikan dan pelatihan. Oleh karena itu melalui analisis jabatan (ANJAB) atau analisis jabatan perlu dilakukan penempatan pegawai yang tepat sesuai dengan uraian tugasnya.

Analisis Jabatan, juga dikenal sebagai “ANJAB” bagi pegawai negeri sipil (PNS), adalah proses pengumpulan, pengolahan, dan analisis data jabatan. Data ini digunakan untuk mendayagunakan aparatur. Sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku, dokumen Anjab sangat membantu dalam reformasi birokrasi, khususnya di bidang penataan sumber daya manusia.

Hasil Anjab dan ABK) adalah pedoman kerja yang bersifat operasional untuk mewujudkan akuntabilitas kinerja dan dinamis. Anjab dan ABK juga merupakan persyaratan untuk mendukung sistem kesejahteraan apa pun.

Tujuan analisis jabatan untuk mempermudah perekrutan karyawan, menggunakan analisis pekerjaan untuk mengetahui di mana seorang karyawan melakukan tugas tertentu. Sedangkan, tujuan analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan jumlah staf dan tanggung jawab atau beban kerja yang tepat.

Baca juga: Data Analytics with Tableau – PLN Papua

WhatsApp Image 2022 11 03 at 09.46.41 1

Manfaat Penerapan Analisis Jabatan

1. Mengenali kemampuan dan tanggung jawab yang dibutuhkan oleh karyawan.

Analisis jabatan akan bermanfaat bagi perusahaan dan karyawan karena memberikan gambaran yang lebih jelas tentang jenis pekerjaan yang dibutuhkan. Hal ini dapat memberikan pengetahuan kepada manajer atau pemimpin lainnya yang mungkin kurang memahami posisi di mana mereka bertanggung jawab. Karyawan juga memiliki pemahaman tentang standar tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan saat bekerja.

2. Membuat metode dengan evaluasi yang benar

Perusahaan dapat menggunakan data analisis jabatan untuk membuat atau memperbarui metode evaluasi performa kerja. Mereka dapat mengevaluasi secara realistis setelah mengetahui keterampilan yang diperlukan untuk suatu pekerjaan. Selain itu, perusahaan dapat mengetahui apakah seorang karyawan telah memenuhi tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Manfaat penerapan Analisis Beban Kerja

Mengambil pertimbangan saat membuat keputusan tentang menambah, mengurangi, mutasi, atau promosi tenaga kerja di suatu divisi perusahaan.

Sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan bagi pimpinan dalam rangka peningkatan pendayagunaan sumber daya manusia. Membantu proses penilaian kinerja karyawan. Ini dapat dimanfaatkan karena perusahaan akan melakukan analisis beban kerja, yang mengevaluasi jumlah waktu yang dibutuhkan oleh karyawan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

Untuk mengetahui perkembangan jenjang karir karyawan karena perusahaan dapat menetapkan jumlah dan struktur standar tenaga kerja.

Pelatihan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja Jogja

Demikian laporan pelatihan dengan materi Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja bersama Dinas Kesehatan Kabupateten Boyolali. Segera ikuti Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja di Pilar Teknotama Jogja. Untuk informasi pelatihan dan jadwal terbaru silahkan hubungi kami di nomor whatsapp kami disini.

Daftar gratis Langganan artikel pelatihan

× Butuh Bantuan?