Logo-Pitma-Jogja
Search

5 Cara Mengatasi Sinyal Wifi yang Lemah

cara mengatasi sinyal wifi lemah

5 Cara Mengatasi Sinyal Wifi yang Lemah | Pengguna Wifi kerap mengalami koneksi yang lemot alias lambat. Namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah Wifi ngadat. Teknologi jaringan WiFi menjadi koneksi internet yang diandalkan saat ini. Sayangnya, salah satu masalah yang kerap dihadapi pengguna WiFi adalah sinyal lemah karena router atau access point berjarak cukup jauh dengan perangkat.

Router atau Access Point adalah perangkat yang mengeluarkan sinyal WiFi. Sinyal ini nantinya dapat ditangkap oleh berbagai perangkat mulai dari smartphone, tablet, laptop, hingga jam tangan pintar. Setiap router atau access point mengeluarkan sinyal WiFi hingga jarak tertentu. Jarak maksimal tersebut bisa berubah-ubah tergantung pada kondisi lingkungannya.

Dikutip dari Microsoft, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menguatkan sinyal WiFi, salah satunya adalah menjauhkan router dari lantai, dindin, dan objek logam yang dapat mengganggu atau melemahkan sinyal dari router.

Baca juga: Brave, Vivaldi dan Mozilla Tolak API “Tracker” Kontroversial Google

1. Ganti antena router


Melakukan penggantian antena juga dapat membantu menguatkan sinyal WiFi. Antena router umumnya bersifat omnidirectional atau memancarkan sinyal ke segala arah.

Hal ini membuat sebagian sinyal diarahkan ke tempat yang sia-sia.

“Jika Anda mengganti antena omnidirectional dengan antena high gain, Anda dapat mengarahkan sinyal nirkabel router ke arah yang Anda inginkan,” tulis laman dukungan Microsoft.

2. Ganti router yang sudah lawas 


Setiap router memiliki jangkauan dan bandwith maksimal. Router yang lebih tua atau lebih jadul umumnya kalah andal dari produk keluaran terbaru.

Dikutip dari PCMag, misalnya, keluaran sinyal maksimum untuk 802.11g adalah 54Mbps, sedangkan 802.11n mencapai 300Mbps. Kecepatannya bahkan bisa lebih tinggi jika Anda meng-upgrade ke router baru dengan standar 802.11ac terbaru,yang menghasilkan hingga 1Gbps. Router Wi-Fi 6 bahkan dapat mencapai 10Gbps, dan router Wi-Fi 6E memiliki akses ke lebih banyak spektrum yang dapat menawarkan jangkauan tambahan.

3. Gunakan repeater


Repeater nirkabel adalah perangkat praktis yang memancarkan ulang sinyal WiFi, memperkuat sinyal dari router Anda ke lantai lain atau sisi lain dari bangunan. Anda bisa menempatkannya di mana saja yang memiliki stopkontak, tetapi carilah lokasi yang berada di tengah-tengah antara router, modem, atau access point dan perangkat Anda.

Sebagai catatan, Anda perlu teliti ketika akan membeli repeater. Beberapa repeater nirkabel mungkin sulit untuk dikonfigurasi dan dapat menurunkan kinerja jaringan Anda.

4. Hilangkan gangguan sinyal


Teknologi nirkabel yang paling umum, 802.11g (wireless-G), beroperasi pada frekuensi 2,4 gigahertz. Banyak perangkat elektronik nirkabel seperti telepon nirkabel, oven microwave, monitor bayi, dan pembuka pintu garasi menggunakan frekuensi yang sama. Akibatnya, gangguan sinyal mereka dapat mengganggu koneksi antara perangkat dan router Anda.

Untuk mengurangi gangguan, belilah telepon nirkabel dan perangkat lain yang menggunakan frekuensi 5,8 GHz atau 900 megahertz (MHz). Dikarenakan 802.11n (wireless-N) beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz dan frekuensi 5,0 GHz yang lebih jarang digunakan, frekuensi yang lebih tinggi ini dapat menyebabkan lebih sedikit gangguan jaringan.

5. Update firmware dan network adapter


Produsen router secara teratur menawarkan pembaruan firmware. Terkadang, pembaruan ini dapat meningkatkan kinerja router. Untuk mendapatkan pembaruan firmware terbaru untuk router Anda, kunjungi situs web produsen router Anda.

Vendor network adapter juga terkadang memperbarui perangkat lunak atau driver yang digunakan Windows untuk berkomunikasi dengan network ada Anda. Pembaruan ini dapat meningkatkan kinerja penerima sinyal WiFi.

Ada pertanyaan? Tuliskan di komentar ya!

Daftar gratis Langganan artikel pelatihan

× Butuh Bantuan?