Logo-Pitma-Jogja
Search

Ketahui 7 Penyebab Website Menjadi Lemot

Ketahui Penyebab Website Menjadi Lemot

Ketahui 7 Penyebab Website Menjadi Lemot | Memastikan bahwa website mudah dan cepat diakses adalah penting, karena banyak kejadian ketika pengguna akan mengunjunginya, situs tersebut justru sedang overload.

Overload adalah kondisi di mana situs membutuhkan waktu yang lama ketika diakses atau justru down, kejadian overload disebabkan karena penggunaan resource hosting yang berlebih. Website yang overload biasanya lebih banyak terjadi pada pengguna layanan shared hosting, di mana sebuah akun diletakkan dan akun lainnya diletakkan pada satu server yang sama.

Oleh karena itulah terjadi penggunaan resource secara bersamaan serta melebihi batas dan menyebabkan website down. Lantas mengapa penggunaan resource pada hosting bisa mencapai batas? Nah, di bawah ini terdapat beberapa penyebab server down.

Baca juga: Peringatan! Jangan Mencas Ponsel atau HP Ketika Tidur

1. Menggunakan server hosting yang buruk

Server hosting yang buruk dapat menjadi penyebab website lemot karena server hosting berperan sebagai tempat penyimpanan dan pengiriman data dari web ke pengguna. Jika server hosting tidak memiliki kinerja yang baik, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengambil dan mengirim data dari server ke pengguna akan menjadi lebih lambat.

2.  Tidak didukung CDN

Dengan Content Delivery Network (CDN), setiap ada permintaan data maka server terdekat dari lokasi tersebut akan melayani. Bayangkan jika lokasi server kamu berada di Amerika Serikat sedangkan permintaan akses berasal dari Indonesia, hal ini tentu akan memakan waktu cukup lama. Belum lagi jika banyak akses yang masuk dalam satu waktu, hal ini tentu akan menyebabkan situs menjadi lambat.

3. Terlalu banyak plugin yang digunakan

Menggunakan banyak plugin dapat menjadi penyebab website menjadi lemot karena setiap plugin yang ditambahkan akan menambahkan beban pada sumber daya server dan mempengaruhi waktu muat (load time) website. Terlebih jika semua plugin berjalan secara bersamaan, hal ini akan membuat loading web menjadi lebih lama.

4. Pengelolaan cache yang tidak optimal

Pengelolaan cache yang tidak optimal dapat menjadi penyebab website kamu lemot. Dengan caching, penggunaan bandwidth dapat diminimalkan sehingga proses loading menjadi lebih cepat. Di sisi lain banyak pemilik situs yang tidak melakukan optimasi website mereka dengan menggunakan plugin caching. Hal ini mengakibatkan performa website tidak mencapai maksimalnya.

5. Adanya render blocking JavaScript

Render blocking JavaScript dapat menjadi penyebab utama web menjadi lambat, sebab JavaScript adalah bahasa pemrograman yang dapat mempengaruhi bagaimana halaman web di render dan berinteraksi dengan pengguna.

Ketika browser memuat halaman web, dan menemui kode JavaScript, ia harus mengeksekusi kode tersebut sebelum melanjutkan proses render halaman. Selama waktu ini, browser akan terhenti dan menunggu kode JavaScript selesai dieksekusi sebelum melanjutkan proses render halaman.

6. Menggunakan versi lawas WordPress

Penyebab website lemot berikutnya yaitu menggunakan WordPress yang versi lawas atau tidak diperbarui. Ketika kamu menggunakan software yang lawas kamu beresiko melewatkan berbagai perbaikan dan fitur-fitur terbarunya. Hal ini akan berakibat pada pengelolaan konten dan mengakibatkan web lemot.

7. Pemakaian gambar tanpa optimasi

Gambar-gambar dengan ukuran besar akan menghabiskan banyak bandwidth dan memberikan beban yang berat pada server. Ketika pengunjung mengakses konten yang mengandung gambar-gambar berukuran besar, waktu loading menjadi lebih lama.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kamu dapat melakukan kompresi pada setiap gambar sebelum mengunggahnya ke situs melalui tools online compress gambar di internet.

Demikian berbagai penyebab website menjadi lemot, silahkan bagikan pengetahuan ini dan jangan lupa komen di bawah ya!

Daftar gratis Langganan artikel pelatihan

× Butuh Bantuan?