Logo-Pitma-Jogja
Search

Pengertian DDOS & Solusi Tepat Mengatasinya

Pengertian DDOS & Solusi Tepat Mengatasinya

Pengertian DDOS & Solusi Tepat Mengatasinya | Saat server website Anda tiba-tiba down tanpa alasan yang jelas kemungkinan besar penyebabnya adalah serangan DDoS (Distributed Denial of Service). Kejadian semacam ini dapat menyebabkan kerugian signifikan, terutama jika Anda sedang menangani banyak transaksi dari pelanggan melalui platform online.

Jumlah serangan DDoS memecahkan rekor tertinggi hanya pada waktu tiga bulan saja, yakni di Januari-Maret 2022. Melansir Tempo, serangan DDoS mendadak meningkat di akhir Februari bertepatan perang Rusia-Ukraina. Dari laporan perusahaan keamanan siber Kaspersky, serangan DDoS meningkat sebesar 46 persen sejak kuartal akhir 2021.

DDoS attack sering menimpa pemilik website besar seperti Amazon Web Services, eBay, CNN, Wikipedia, hingga GitHub. Jika kamu sering menonton film bertemakan hacker dan IT, maka DDoS attack seringkali bergambarkan sebagai serangan yang sangat mengerikan. Apa sebenarnya DDoS attack? Simak penjelasan pengertian DDoS dan solusi tepat mengatasinya berikut.

Pengertian DDoS Attack

Serangan DDoS (Distributed Denial of Service) merupakan suatu bentuk cyber attack (serangan siber) yang termasuk dengan serbuan lalu lintas palsu yang membanjiri server, sistem, atau jaringan internet suatu website. Dampaknya sangat nyata adalah target tidak dapat mengakses website karena server tidak mampu mengelola volume traffic yang begitu besar.

Pelaku DDoS biasanya adalah sekelompok hacker yang mengoperasikan sejumlah besar komputer host. Untuk mencapai tujuannya, mereka memerlukan banyak komputer agar dapat meluncurkan serbuan traffic yang membanjiri server website target hingga mencapai kondisi overload. Yang penting adalah bahwa DDoS attack tidak hanya menargetkan website, tetapi juga dapat mengincar aplikasi atau layanan online, menyebabkannya crash, dan pengunjung tidak dapat mengaksesnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui pengertian DDoS dan solusi tepat mengatasinya agar kita terhindar dari prakteknya yang merugikan banyak pihak.

Jenis-Jenis DDoS Attack

Serangan DDoS memiliki berbagai jenis, namun tiga yang paling umum adalah sebagai berikut:

  1. UDP Flood: Melibatkan protokol User Datagram Protocol (UDP) untuk membanjiri port secara acak, menyebabkan server lumpuh karena tidak mampu mengelola lonjakan beban port yang berlebihan.
  2. ICMP Flood: Menyerang dengan membanjiri server menggunakan permintaan ICMP, dengan tujuan menghabiskan bandwidth server hingga website menjadi tidak dapat diakses.
  3. SYN Flood: Merupakan teknik yang mirip dengan ICMP, namun menggunakan protokol SYN. Serangan ini melibatkan pengiriman permintaan SYN ke server dalam jumlah besar dan dengan kecepatan tinggi, menyebabkan traffic menjadi sangat padat dan akhirnya membuat website tidak dapat diakses.

Tren DDoS Attack di Indonesia

Di Indonesia, kasus serangan DDoS terus meningkat sepanjang kuartal kedua tahun 2022. Durasi serangan rata-rata mencapai 3.000 menit atau setara dengan dua hari, mengalami peningkatan hingga 100 kali lipat dengan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan dunia bisnis Indonesia, terutama karena banyak perusahaan yang mulai melayani pelanggan secara online melalui platform website.

Perbedaan antara DoS dan DDoS

Selain DDoS, Anda juga perlu memahami DoS (Denial of Service) sebagai serangan siber lainnya. Meskipun teknik DoS dan DDoS mirip, yaitu dengan membanjiri server menggunakan lalu lintas palsu, ada perbedaan utama antara keduanya.

Pelaku DoS attack hanya memerlukan satu komputer dan koneksi internet untuk melancarkan serangan. Oleh karena itu, melakukan serangan DoS lebih mudah tanpa memerlukan biaya yang signifikan. Di sisi lain, pelaku DDoS attack memanfaatkan jaringan komputer yang tersebar di seluruh dunia. Akan tetapi juga membutuhkan Koneksi internet untuk melancarkan serangan jauh lebih besar.

Perbedaan lainnya terletak pada tingkat kesulitan dalam memblokir serangan. Memblokir sumber serangan DoS masih relatif mudah oleh server tujuan karena lonjakan traffic yang tidak normal dapat mudah teridentifikasi. Di sisi lain, memblokir serangan DDoS lebih sulit karena request traffic berasal dari berbagai sumber yang berbeda.

Pentingnya Waspada Terhadap DDoS

Melindungi keamanan website Anda dan mencegah serangan DDoS merupakan tindakan yang membutuhkan sumber daya yang efektif. Mengapa Anda harus mengambil langkah-langkah pencegahan ini? Jawabannya melibatkan pemahaman terhadap kerugian yang dapat ditanggung oleh perusahaan Anda, baik dari segi finansial maupun reputasi, seperti yang dijelaskan di bawah ini:

  1. Pengalaman Pelanggan: Jika pelanggan mengalami kesulitan mengakses atau bahkan tidak dapat mengakses website Anda, mereka mungkin akan beralih ke kompetitor. Era internet memungkinkan pelanggan dengan mudah menemukan alternatif yang lebih dapat diandalkan.
  2. Reputasi Perusahaan: Ketika pelanggan mengetahui bahwa website Anda lumpuh akibat serangan DDoS, kepercayaan mereka terhadap keamanan data mungkin rusak. Ini dapat menyebabkan pelanggan enggan berbisnis dengan perusahaan Anda karena merasa informasi mereka tidak aman.
  3. Kerugian Finansial: Penurunan penjualan menjadi konsekuensi yang dapat terjadi jika pelanggan kehilangan kepercayaan pada keamanan website Anda. Selain itu, biaya reparasi akibat serangan DDoS dan kehilangan waktu selama proses perbaikan juga dapat memberikan dampak finansial yang signifikan.

Baca juga: Skill Wajib Dan Tips Belajar Menjadi Ahli Cyber Security Dari Nol

Bagaimana DDoS Menyerang Website?

Para hacker menggunakan berbagai cara untuk melancarkan serangan DDoS, tergantung pada teknik yang mereka pilih. Berikut adalah tiga teknik umum DDoS attack:

  1. Request Flooding: Teknik ini melibatkan pengiriman sejumlah besar request untuk menghalangi akses pengguna terdaftar ke website, membuat aksesnya terganggu.
  2. Traffic Flooding: Dengan teknik ini, hacker mengirimkan sejumlah besar data untuk membanjiri traffic jaringan internet, sehingga membuat pengguna lain, terdaftar maupun tidak, tidak dapat mengakses website target.
  3. Mengubah Sistem Konfigurasi: Meskipun jarang digunakan, teknik ini melibatkan perubahan pengaturan server atau merusak komponen dalam website, sehingga aksesnya terhalangi

Tentu saja, tujuan dari setiap teknik serangan DDoS adalah untuk menghabiskan bandwidth yang dimiliki oleh website target.

Ciri-Ciri Website Terkena DDoS Attack

Serangan DDoS seringkali terjadi secara mendadak, tetapi masih ada ciri-ciri yang dapat membantu Anda mengidentifikasi apakah website Anda menjadi target. Berikut adalah tiga ciri-ciri umum website yang terkena DDoS attack:

  1. Konsumsi Bandwidth Berlebih: Jaringan yang menerima terlalu banyak request atau traffic memerlukan lebih banyak bandwidth. Akibat serangan DDoS, konsumsi bandwidth upload dan download meningkat secara drastis. Penting untuk memantau penggunaan bandwidth secara rutin dan mengambil langkah pencegahan segera.
  2. Load CPU Tinggi: Meskipun tidak ada proses yang sedang dijalankan, load CPU meningkat secara signifikan. Hal ini membuat Anda tidak dapat melihat proses yang menggunakan CPU, dan kinerja website pun menurun, sehingga mengakibatkan pengguna tidak dapat mengakses.
  3. Kecepatan Website Menurun: DDoS attack dapat menyebabkan penurunan kecepatan website tanpa adanya peningkatan yang signifikan dalam traffic. Kecepatan yang melambat dapat menjadi masalah serius, mengingat pengguna mengharapkan akses website yang lancar dan tanpa hambatan.

Cara Mencegah DDoS Attack pada Website

Melakukan upaya pencegahan DDoS merupakan langkah penting untuk melindungi website Anda dari potensi kerugian. Serangan siber ini tidak hanya dapat merugikan secara finansial, tetapi juga dapat berdampak negatif pada peringkat SEO website Anda di hasil pencarian mesin pencari. Algoritma mesin pencari cenderung tidak memprioritaskan website yang dianggap tidak aman, memastikan kenyamanan pengguna selama browsing.

Lantas, bagaimana cara mencegah DDoS attack? Berikut adalah lima langkah yang dapat Anda terapkan:

Pantau Traffic Secara Rutin

Mulailah dengan memantau data traffic website Anda. Pelajari pola traffic untuk mendeteksi lonjakan yang mencurigakan, yang mungkin merupakan tanda serangan DDoS. Pemantauan rutin dapat membantu Anda mengidentifikasi ancaman secepat mungkin.

Tingkatkan Bandwidth

Upayakan untuk meningkatkan kapasitas bandwidth jaringan Anda. Dengan meningkatkan bandwidth, website Anda dapat lebih baik menangani serangan DDoS yang melibatkan serbuan traffic yang besar. Investasi pada bandwidth yang lebih besar dapat membuktikan nilai keamanan yang signifikan.

Gunakan Content Delivery Network (CDN)

CDN sangat bermanfaat untuk menyaring request yang tidak normal pada website Anda, termasuk permintaan yang mencurigakan terkait DDoS attack. Dengan CDN, traffic website dapat didistribusikan dengan lebih seimbang, dan server dapat menanggapi hanya terhadap request yang telah difilter oleh CDN. Bagaimana cara kerjanya? CDN menyebarkan traffic ke seluruh server di lokasi yang berbeda, membuat sulit bagi hacker untuk menemukan server asli website Anda sebagai target utama DDoS attack.

Bangun Redundancy Server

Sediakan server tambahan untuk membangun redundancy. Langkah ini dapat melibatkan pencadangan data, penyeimbangan beban (load balancing), atau bahkan penghentian sementara server selama periode pemeliharaan. Redundansi server dapat membantu melindungi website Anda dari serangan DDoS dengan lebih efektif.

Pasang Proteksi Berlapis

Terapkan sistem proteksi berlapis pada website Anda. Beberapa sistem keamanan yang dapat di-install mencakup firewall, content filtering, dan Virtual Private Network (VPN). Salah satu langkah kunci adalah menggunakan layanan Web Application Firewall (WAF) untuk memastikan keamanan website Anda dari berbagai jenis serangan siber, termasuk DDoS attack yang berusaha menyebabkan overload pada resources dan membuat website tidak dapat diakses.

Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, Anda dapat menjaga website Anda tetap aman dan pengguna dapat mengakses tanpa hambatan serangan DDoS. Selain itu, langkah-langkah ini juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan dan menjaga reputasi perusahaan Anda di mata publik.

Baca juga: Pelatihan IT Web Security

Pelatihan Web Security Jogja

Demikian informasi penting Pengertian DDOS & Solusi Tepat Mengatasinya. Segera ikuti Pelatihan Web Security Jogja di PITMA. Kami meyakini bahwa SDM bidang Web Security yang kompeten dan profesional telah menjadi kebutuhan semua organisasi mengingat semakin terintegrasinya kehidupan manusia khususnya bisnis dengan dunia digital. Oleh karena itu, dengan berbekal pengalaman praktis di industri Web Security kami memberikan layanan pelatihan dan sertifikasi Web Security sesuai dengan standar kompetensi atau profesi. Untuk informasi pelatihan dan jadwal terbaru silahkan hubungi kami di nomor whatsapp kami.

Daftar gratis Langganan artikel pelatihan